Jurnal Kampung Festival #7: Tentang Kami

by gumilarganjar

Tulisan ini berangkat dari sebuah permintaan dari koordinator acara ini, seorang mahasiswa tingkat akhir, mengajak teman-temannya yang masih menjabat mahasiswa tingkat akhir, belum lulus, dan masih menyempatkan diri untuk mewujudkan sebuah gerakan kreatif dengan kampung sebagai kajian utamanya.

Keikutsertaan saya selaku panitia pun berawal dari sebuah pertemuan sederhan. Kala itu dan seperti biasa, kami sedang bercengkrama dengan sebuah permainan virtual yang entah digandrungi sejuta umat, PES. Tercetus sebuah ajakan dari beliau yang menurutnya mendapat ajakan dari pihak BCCF, karena menarik, proses acara ini pun kemudian saya agendakan dalam jadwal saya yang puji Tuhan belum terlalu padat. Proses pembentukan tim eksekutor acara pun berlangsung dengan cepat, cukup banyak pihak yang ingin ambil bagian dalam acara ini.

Kami, mengatasnamakan diri kami delegasi KMSR (meskipun saya pribadi cenderung menyebut diri saya bergerak sebagai individu), mengajak teman kami dari lingkaran yang sama tapi dari komunitas yang berbeda, AWANAMA, sebuah komunitas yang bergerak di bidang seni yang bersinggungan dengan masyarakat. Konsentrasi pengurusan acara pun kami bagi berdasarkan ketertarikan dan kebutuhan satu sama lain, KMSR beserta saya memilih untuk fokus di wilayah kepenguruasn acara Desa Taman Hewan Festival dan AWANAMA untuk kepengurusan Mural Atap Kebon Kembang. Mekipun pembagian acara telah dibuat, kami tetap berupaya untuk tetap berkordinasi satu sama lain, memberi kritik, saran, dan masukan Karena minimnya SDM yang kompeten, kami seringkali berbagi aset SDM yang memiliki kompetensi di bidang tertentu, agak merepotkan memang, namun kami tahu keterbatasan dana seringkali membuat kami enggan untuk terlalu mengikutsertakan banyak pihak, beberapa kali overlapping terlihat di satu dan lain titik, namun hal tersebut tidak selalu mengganggu, seringkali putusan-putusan mendadak membuat kami harus mengambil langkah strategis yang solutif, meskipun agak segan untuk sampai mengambil otoritas jabatan tertentu, tetapi kami bersyukur bahwa semua proses kepengurusan berlangsung dengan cukup baik dan progressif.

Kerjasama kami dengan BCCF pun dirasa cukup kondusif, kami selalu berupaya untuk saling menyamakan suhu kerja dengan diadakannya rapat kordinasi setiap minggu. Beruntung BCCF banyak mengurusi hal yang sifatnya diluar kompetensi kami selaku mahasiswa, sebut saja birokrasi dan perijinan, penyediaan media partner, sponsorship, administrasi, dan lain-lain. Kerjasama ini kami lihat cukup kondusif. BCCF selaku pihak yang memberikan ide-ide kreatif pragmatisnya yang kemudian dieksekusi oleh mahasiswa.

Hal menarik yang paling saya rasakan dalam kepengurusan ini adalah kuantitas SDM yang diberdayakan cenderung sangat sedikit, namun cukup kompeten. Kami cukup nyaman dengan bekerja dengan sedikiti partner namun dengan integritas yang tinggi ketimbang dengan jumlah yang cukup komunal. Memang, agak merepotkan ketika beberapa diantara kami harus mengambil lebih dari satu peran di dalam hari yang sama, namun semuanya saya rasa berjalan dengan cukip baik. Semoga saja kedepannya kami mampu membuat gerakan-gerakan kreatif lainnya, tentunya dengan kekuatan yang cukup.